Materi Bisnis Ritel Lengkap XI SMK - elisabeth
Elisabeth Setyani Krismawarti
XI OTKP 1
SMKN 14 Jakarta
Memenuhi Tugas Kewirausahaan membuat Blog mengenai Bisnis Ritel.
Berikut Materi Lengkap Bisnis Ritel yang saya rangkum dari beberapa sumber.
Silahkan di klik poin yang kamu tuju pada Daftar isi di bawah ini !!! (Biar ga cape scroll lagi hehehe ^Δ^)
Daftar Isi
Tujuan penjualan eceran “ritel” antara lain ialah sebagai berikut :
“Weits dkk, 2007:4”.
Sudjana “2005:117”
2. Harga yang tepat
3. Suasana toko
Sekian Materi mengenai Bisnis Ritel!!
Semoga Bermanfaat ^Δ^
XI OTKP 1
SMKN 14 Jakarta
Memenuhi Tugas Kewirausahaan membuat Blog mengenai Bisnis Ritel.
Berikut Materi Lengkap Bisnis Ritel yang saya rangkum dari beberapa sumber.
Silahkan di klik poin yang kamu tuju pada Daftar isi di bawah ini !!! (Biar ga cape scroll lagi hehehe ^Δ^)
Daftar Isi
- Pengertian Bisnis Ritel
- Pengertian Ritel
- Pengertian Ritel Menurut Para Ahli
- Usaha Ritel Tradisional dan Modern
- Rantai Distribusi Bisnis Ritel
- Karakteristik Bisnis Ritel
- Fungsi Bisnis Ritel
- Jenis-Jenis Bisnis Ritel
- Tujuan Penjualan Eceran (Bisnis Ritel) Menurut Ahli
- Faktor-Faktor Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Ritel
- Peran Usaha Ritel
- Kelebihan Usaha Ritel
- Kekurangan Usaha Ritel
- Menurut Kotler (2003: 535) dalam buku Foster (2008:34)
Mendefinisikan sebagai berikut: “ritel meliputi semua kegiatan yang meliputi semua kegiatan yang melibatkan penjualan barang atau jasa secara langsung pada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis”. - Menurut Berman dan Ervans (2002 : 3) dalam buku Foster (2008:34)
Pengertian ritel adalah: “ritel adalah tingkat terakhir dari proses distribusi, di dalamnya terdapat aktivitas bisnis dalam penjualan barang atau jasa kepada konsumen”. - Usaha Ritel Tradisional
- Usaha Ritel Modern Menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, sistem manajemen terkelola dengan baik, menawarkan kenyamanan berbelanja, harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan / pelayanan mandiri, serta pemajangan produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa melihat, memilih, bahkan mencoba produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.
- Ritel merupakan ujung dari rantai pasokan yang menghubungkan produsen dan grosir kepada konsumen terakhir.
- Bisnis ritel merupakan rantai pertama yang dapat mengetahui perubahan tren dan perilaku konsumen, karena memiliki hubungan langsung dengan konsumen akhir.
- Ritel dapat menjadi intelijen pasar untuk mengetahui feedback (umpan balik/respon) dari konsumen tentang barang yang ditawarkan, sehingga informasi dapat dikembalikan kepada produsen atau grosir.
- Banyak bisnis ritel yang menggunakan sistem penjualan seperti ritel online atau toko offline. Dengan berbagai saluran pemasaran ini, memungkinkan mereka dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan efektif.
Pengertian Bisnis Ritel
Apasih bisnis ritel itu???Jadi guys,
Pengertian Bisnis Ritel adalah bisnis yang menjual produk atau jasa layanan kepada konsumen dengan jumlah kecil untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan bukan untuk dijual kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari, pelaku bisnis ritel sering disebut dengan penjual eceran atau pengecer.
Proses transaksi pun dapat secara online atau dengan penjual langsung
Syarat penting dalam transaksi bisnis ritel yaitu pembeli adalah konsumen langsung.
Pengertian Ritel
Kata Ritel berasal dari bahasa perancis, ‘retailler’, yang berarti memotong atau memecahkan sesuatu.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Eceran berarti secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan.
Pengertian Ritel Menurut Para Ahli
Berikut ini terdapat beberapa pengertian penjualan eceran (ritel) menurut para ahli, terdiri atas:Usaha Ritel Tradisional dan Modern
Secara garis besar, usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari terbagi dua, yaitu :Rantai Disitribusi Bisnis Ritel
Produsen : mereka yang terlibat secara langsung dalam memproduksi barang dengan bantuan mesin, bahan baku dan tenaga kerja.Pedagang grosir : Orang yang membeli produk langsung dari produsen dalam jumlah besar dengan harga rendah, untuk dijual kembali kepada pengecer.
Pengecer : Pegecer merupakan rantai pasokan terakhir. Mereka menjual barang dalam jumlah sedikit/eceran untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Konsumen : Pengguna produk atau barang dan biasanyan mereka berbelanja dengan bisnis pengecer.
Karakteristik Bisnis Ritel
Berikut adalah beberapa karakteristik bisnis ritel :Fungsi Bisnis Ritel
Adapun fungsi perdagangan eceran atau ritel menurut Utami “2008:8-9” adalah sebagai berikut:- 1 Menyediakan jenis produk & jasa
2 Memecah “breaking bulk”
3 Penyimpan persediaan
4 Penyedia jasa
5 Meningkatkan nilai produk & jasa
Berikut beberapa fungsi dari Bisnis Ritel :
1. Proses pengiriman kepada konsumen terakhir
- Fungsi bisnis ritel ini dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk dari produsen, sehingga memfasilitasi konsumen dan dapat meningkatkan kepuasan konsumen.
Hal ini dikarenakan produsen tidak bisa secara langsung menangani pengiriman kepada setiap konsumen.
Disinilah fungsi bisnis ritel yang dapat mengirimkan barang langsung kepada konsumen akhir.
2. Bagian penting dari rantai distribusi
- Karena bisnis ritel dapat mengambil tugas dalam rantas distribusi barang yang di produksi kepada pasar, maka produsen tidak bertanggung jawab secara penuh terhadap rantai distribusi.
Dengan demikian produsen dapat mengalihkan perhatian dan pikirannya pada sumber daya yang lain.
3. Menyeimbangkan permintaan dan penawaran sesuai dengan kebutuhan pasar
- Seorang pemilik bisnis ritel biasanya telah menginvestasikan modal kerja untuk membangun invetaris yang dapat menunjangnya untuk berjualan.
Mereka akan menjual jumlah barang yang dibutuhkan baik dalam skala kecil atau besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen akhir.
Ritel juga mengetahui jumlah permintaan dan potensi pasokan karena telah memiliki pengalaman.
Disinilah salah satu fungsi bisnis ritel adalah untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran sesuai dengan kebutuhan pasar.
4. Membantu pemasaran produk
- Bisnis ritel biasanya juga merencanakan dan menjalankan periklanan serta promosi agar terjadi pembelian.
Hal ini dapat membantu untuk meningkatkan popularitas produk sehingga dapat menguntungkan produsen.
5. Mengurangi risiko penyimpanan barang
- Pada saat ritel memesan dan menyimpan barang dari pabrikan, mereka akan menententuan jumlah yang cukup untuk menyimpannya dengan aman.
Proses penyimpanan ini memerlukan biaya dan memiliki berbagai risiko seperti kehilangan barang, kerusakan, pembusukan, dsb.
Seluruh risiko ini biasanya ditanggung oleh ritel sendiri dan produsen tidak memiliki berbagai risiko tersebut.
Jenis-jenis Bisnis Ritel
Pelaku bisnis ritel yang banyak jumlahnya di klasifikasikan kedalam beberapa jenis yaitu :Bisnis Ritel Skala Besar dan Kecil
Bisnis Skala Besar
- Retailer ini memiliki kelas usaha yang besar dan sanggup melayani konsumen yang banyak. Bentuk fisik bangunan yang digunakan rata-rata cukup luas sehingga bisa memuat barang dagangan dengan jumlah yang banyak.
Contohnya : minimarket, swalayan, supermarket, hypermart, departement store dan lain sebagainya.
Bisnis Skala Kecil
- Kebalikan dari sebelumnya, retailer kecil cakupan usahanya terbatas dalam melayani konsumen disekitarnya sehingga tidak bisa dibandingkan dengan usaha ritel besar.
Contohnya : warung kebutuhan sehari-hari, warung makanan minuman, termasuk juga para pedagang yang menjajakan jualannya secara berkeliling.
Bisnis Ritel Toko dan Non Toko
Berdasarkan cara pemasarannya, ada dua jenis bisnis ritel yaitu :
Toko (In Store Retailing)
- Transaksi penjualan dilakukan didalam suatu bangunan seperti toko ataupun warung.
- Bisnis yang memasarkan produknya secara langsung ditawarkan kepada konsumen, dan tidak terjadi di toko atau tempat usahanya.
Contohnya seperti produk yang ditawarkan lewat telepon, email, termasuk bisnis yang menjual produknya lewat sebuah mesin Vending Machine.
Bisnis Ritel Independent, Waralaba, Corporate
Berikutnya jenis bisnis ritel berdasarkan kepemilikan yaitu :
Bisnis ritel Independent yang berarti bisnisnya dimiliki sendiri tanpa ada kerja sama dengan pihak lain.
Bisnis ritel waralaba yang dijalankan seorang individu namun berjalan berdasarkan ketentuan perusahaan pemilik merk.
Dan Bisnis Ritel Corporate sebuah bisnis yang dibangun oleh suatu badan usaha.
Bisnis Ritel Rented Goods Service, Owned Goods Service dan Non Goods Service
Rented Goods Service.
Bisnis yang bergerak di bidang persewaan barang semacam tenda, mobil dan sebagainya.
Owned Goods Service.
Usaha yang menawarkan jasa perbaikan, reparasi ataupun modifikasi.
Non Goods Service.
Pelaku usaha yang menawarkan hanya jasanya saja seperti barbershop, sopir ataupun jasa pembantu rumah tangga.
Tujuan Penjualan Eceran (Bisnis Ritel) Menurut Ahli
Tujuan penjualan eceran “ritel” antara lain ialah sebagai berikut :
“Weits dkk, 2007:4”.
- Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
- Memberikan penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya.
- Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk “ready exchange of value”.
- Mengadakan transaksi dengan para konsumen-nya.
Sudjana “2005:117”
- Perantara antara distributor dengan konsumen akhir.
- Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen.
- Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
- Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Usaha Ritel
1. Lokasi Usaha2. Harga yang tepat
3. Suasana toko
Peran Usaha Ritel
Peran ritel dalam kehidupan perekonomian secara keseluruhan, yaitu sebagai pihak akhir (final link) dalam suatu rantai produksi, yang dimulai dari pengolahan bahan baku, sampai dengan distribusi barang (dan jasa) ke konsumen akhir.Kelebihan Usaha Ritel
- Modal yang diperlukan cukup kecil, namun keuntungan yang diperoleh cukup besar.
- Umumnya lokasi usaha ritel strategis.
- Hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat, karena adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel.
Kekurangan Usaha Ritel
- Keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikan oleh peritel. Usaha ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan sebagai pengisi waktu luang, sehingga peritel kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya.
- Administrasi (pembukuan) kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh peritel, sehingga terkadang uang atau modalnya habis tidak terlacak
- Promosi usaha tidak dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga ada usaha ritel yang tidak diketahui oleh calon pembeli atau pelanggan.
Sekian Materi mengenai Bisnis Ritel!!
Semoga Bermanfaat ^Δ^

Bagus bagus
BalasHapusKok isi blog nya ada yang sama sih:v tanggal tugas sama cuma beda tanggal posting wkwkwk
Hapus